Sunday, July 12, 2009

personal test..

Take a piece of paper and write down the answers.. The
analysis is in the end... .

Situation :

You are in a deep deep forest... as you walk on you
saw an old hut standing there

(1) What is the status of the door?
(Opened/closed)

You enter the hut and see a table...

(2) What is the shape of the table?
(Round/Oval/Square/Rectangle/Triangle)

On top of the table there is a vase... in the vase
there is water.

(3) How much water is it filled up with?
(Full/Half/Empty)

(4) and what is the vase made of?
[(Glass/porcelain/clay)(metal/plastic/wood)]

You walk out of the hut... as you carry on your walk
in the forest... you see a waterfall from far...
there is water running down...

Some time after the waterfall... you step on something
hard on the ground... as you look down... you see
glistening gold in colour. You bend down and pick it
up... it is a keychain chained with keys...

(5) How many key /keys you see hanging on the
keychain?

(Choose a number ranging from 1 to 10)

You walk on and on... trying to find your way out...
suddenly you see a castle.

(6) What is the condition of the castle?
(Old/new)

You enter the castle and saw a pool of murky water
with shining jewels floating on it...
(7) Will you pick up the jewel?
(YES/NO)

Next to the murky pool... there's another pool... with
clear water and money floating on it...

(8) Will you pick the money?
(YES/NO)

Walking to the end of the castle there is an exit...
you proceed to walk out of the castle. Outside the
exit, there is big garden, you see a box on the
ground.

(9) What is the size of the box?
(small/medium/big)

(10) What is the material of the box?
(cardboard/paper/wooden/metal)

There is a bridge in the garden some distance away
from the box,
(11) What is the bridge made of?
(metal/wooden/rattan)

Across the bridge, there is a horse.
(12) What is the colour of the horse?
(white/grey/brown/black)

(13) What is the horse doing?
(still and quiet/nibbling grass/running about)

OH NO!!! There is a tornado coming... some distance
from the horse. You have 3 options:

(i) run and hide in the box?
(ii) run and hide under the bridge?
(iii) run to the horse, ride on and gallop away?

Saturday, July 11, 2009

RINDU tanpa AKHIR

“Wujud paling jelas dan nyata adalah Allah swt. Semestinya Dia dikenal dan diketahui lebih dahulu dibanding yang lainnya. Dia juga yang paling mudah diterima akal. Namun, kenyataan yang terjadi malah sebaliknya.”

Sayang, hanya sedikit yang mempercayai cinta kepada Allah. Bahkan, sebahagian mereka mengingkari kemungkinan keberadaannya. Dalam pandangan mereka, cinta kepada Allah tidak lain adalah upaya sungguh-sungguh dan terus menerus untuk taat kepada-Nya. Mereka lupa, cinta yang hakiki mustahil terjadi tanpa bentuk dan peragaan.

Cinta kepada Allah dan Rasulullah saw itu wajib bagi setiap insan.
Bagaimana mungkin akan diwajibkan kalau pada kenyataannya cinta itu bukan sesuatu yang memang ada ?.
Bagaimana mungkin cinta ditafsirkan sebagai ketaatan, padahal ketaatan hanyalah buah dari cinta ?.

Allah swt mewahyukan kepada Nabi Dawud as.:
“Banyak orang mengaku cinta kepada-Ku, pada hal sebenarnya bohong belaka. Bagaimana tidaknya, ketika malam mulai kelam ia malah tidur meninggalkan Aku. Bukankah orang yang jatuh cinta ingin selalu berjumpa dengan kekasihnya ?. Inilah Aku ! Aku hadir dihadapan orang-orang yang mencari-Ku.”

“Wahai hamba-Ku, demi hakmu, Aku mencintaimu.
Dan, demi hak-Ku padamu, hendaklah kamu mencintai-Ku !”

Allah swt mewahyukan kepada Nabi Dawud as.:
“Kalau saja orang yang merenungkan Aku itu tahu, betapa Aku menunggu kedatangan mereka, betapa Aku selalu menemani mereka dan betapa Aku rindu untuk menyingkapkan kemaksiatan dari mereka, maka pastilah mereka akan mati kerana rindu bertemu Aku. Tulang belulang mereka juga pasti terpotong-potang kerana kecintaan mereka kepada-Ku. Wahai Dawud as, inilah kehendak-Ku terhadap orang-orang yang merenungkan Aku. Bayangkan bagaimana kehendak-Ku kepada orang-orang yang mengadap Aku ?. Wahai Dawud as, sesuatu yang paling aku perlukan dari seorang hamba adalah ketika ia tidak lagi memerlukan Aku ( untuk memenuhi keinginannya itu). Sesuatu yang paling aku sayangi pada hambaku adalah ketika ia merenungkan Aku. Dan, sesuatu yang paling agung bagi-Ku adalah ketika ia kembali kepada-Ku”.

Aku tinggalkan apa yang kuinginkan.
Demi apa yang Dia inginkan.

Salah seorang ahli mukasyafah yang juga pencinta pernah berkata:
”Aku menyembah Allah swt selama tiga puluh tahun, dengan amalan hati dan anggota tubuh. Aku kerahkan seluruh daya dan kekuatan dengan penuh kesungguhan, sampai aku mengira bahawa aku telah mendapatkan sesuatu di sisi Allah swt.” Setelah mengatakan itu, ia menyebutkan ketersingkapan beberapa tanda langit dalam sebuah cerita yang sangat panjang. Di akhir ceritanya itu, ia berkata, ”Kemudian sampailah aku pada sebuah saf atau barisan para malaikat yang jumlahnya sebanyak makhluk Allah seluruhnya. Aku bertanya, ’Siapakah kalian semua ?’ Mereka menjawab, ’Kami adalah para pencinta Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Kami menyembah-Nya di sini sejak tiga ratus ribu tahun. Tidak ada sesuatu pun yang terlintas di hati kami selain Dia. Tidak ada yang kami sebut-sebut kecuali Dia semata.’ Mendengarkan itu, akupun berkata dalam hati, ’Sungguh aku merasa malu dengan amal-amalku. Lalu aku serahkan saja semuanya kepada Zat yang berhak memberikan ancaman agar Dia meringankan aku di Jahanam.’”

Monday, July 6, 2009

Airmata Rasulullah - Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut

Sesungguhnya manusia yg paling bijak adalah mereka yang sentiasa mengingati kematian.. berpijaklah di bumi yg nyata, apatah lagi kegemaran sbg manusia umpama sentiasa berjabat dgn malaikatul maut......

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu,Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang,saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?""Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,"kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" - "Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku"Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi... Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.